Release Berita Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Biologi FMIPA UNS

Siapa tidak kenal anggrek ?  Hampir semua orang mengenal dan menyukai bunga anggrek. Anggrek merupakan bunga yang memiliki variasi bentuk, warna dan aroma yang bermacam-macam. Tanaman hias ini memiliki nilai ekonomis yang penting dalam perekonomian nasional.

Anggrek tidak bisa diperbanyak secara konvensional melalui biji. Hal ini terjadi karena biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan (endosperm), sehingga untuk dapat berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman baru, biji anggrek memerlukan penanganan khusus. Biji anggrek harus ditebar di atas media steril yang mengandung hara nutrisi untuk menjamin perkecambahan dan pertumbuhannya.  Teknologi ini dikenal dengan teknik kultur in vitro (kultur jaringan).

Petani dan pembudidaya anggrek seringkali menghadapi  kendala dalam penyediaan bibit anggrek karena teknik kultur in vitro untuk penumbuhan biji anggrek tersebut tidak dikuasai. Selain peralatan yang tidak tersedia, ketrampilan teknik aseptik dalam kultur in vitro seringkali juga tidak dimiliki.

Untuk membantu meningkatkan penguasaan teknik kultur in vitro bagi petani dan pembudidaya anggrek maka Grup Riset Biomateri Tumbuhan dari Program Studi Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta yang beranggotakan Dr. Solichatun, S.Si. M.Si., Ari Pitoyo, S.Si., M.Si., Dr. Nita Etikawati, S.Si.M.Si, Elisa Herawati, S.Si.M.Eng. Ph.D. dan Tanjung Ardo, S.Si. M.Sc. melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (P2M), khususnya bagi petani anggrek di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan P2M tersebut berjudul “PenerapanTeknologi Kultur In Vitro Berskala Rumah Tangga Bagi Petani Anggrek Di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar”.

Rangkaian kegiatan P2M yang dilakukan meliputi webinar “Meminati Anggrek” yang diselenggarakan pada tanggal 13 Juni 2020, menghadirkan nara sumber  Yanuar Mahir, S.P (young orchid breeder) dan Ari Pitoyo, S.Si. M.Sc (dosen dan pakar anggrek dari  Program studi Biologi, FMIPA, UNS). Webinar diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai daerah. Acara yang lain berupa sosialisasi teknik kultur in vitro anggrek dan pendampingan praktek pembuatan media kultur serta teknik penanaman/tebar biji anggrek ke dalam botol kultur secara aseptik yang diselenggarakan pada bulan Juli-September 2020. Acara praktek kultur in vitro anggrek ini ditujukan kepada pengelola nursery Pabongan Anggrek yang merupakan mitra kegiatan P2M Prodi Biologi. Selian dibekali ketrampilan teknik kultur in vitro, mitra juga diberikan bantuan peralatan kultur in vitro sederhana berupa enkas, autoklaf, dan peralatan lain.

Dari kegiatan-kegiatan tersebut, diharapkan penguasaan teknik kultur in vitro oleh petani/pembudidaya anggrek dapat meningkat sekaligus menjamin kemandirian bibit anggrek. Kemandirian bibit anggrek diharapkan akan meningkatkan perekonomian petani/pembudidaya anggrek secara khusus serta masyarakat sekitar secara umum, karena pada akhirnya banyak masyarakat yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan P2M ini mendapatkan pendanaan dari Hibah P2M PNBP LPPM Universitas Sebelas Maret tahun 2020.

Berikut ini adalah beberapa dokumentasi kegiatan pengabdian

Bincang Santai Anggrek

Tim Pengabdian pada Masyarakat bekerjasama dengan Nurseri Pabongan menyelenggarakan sosialisasi tentang anggrek dari sisi sain dan budidayanya. Kegiatan bincang terlaksana secara daring karena kondisi pandemi covid-19. Hadir peserta dari berbagai latar belakang profesi dan wilayah.

PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG UBI JALAR DAN ANEKA OLAHAN UBI JALAR DI DUSUN KRAMEN PABLENGAN MATESIH KARANGANYAR JAWA TENGAH

Tim Pengabdian pada Masyarakat Prodi Biologi FMIPA UNS yang terdiri dari Dr Nita Etikawati, M.Si., Dr Widya Mudyantini, M.Si. dan Dr Shanti Listyawati, M.Si. melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan tepung dan aneka olahan ubi jalar pada masyarakat dusun Kramen Pablengan Matesih Karanganyar. Pembuatan tepung ubi merupakan salah satu bentuk diversifikasi pengolahan pasca panen yang dapat dilakukan para petani untuk meningkatkan nilai jual hasil panenan. Harga jual tepung ubi dapat mencapai 5-10 kali lipat bila dibandingkan nilai jual ubi segar, dengan demikian diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan para petani ubi pada khususnya dan seluruh masyarakat Dusun Kramen pada umumnya.

Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk lebih mengenalkan masyarakat dengan program pengabdian yang akan dilaksanakan serta untuk menyadarkan masyarakat terhadap potensi kekayaan dusun yang dimiliki. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Pengabdi dan dihadiri oleh Pengurus dusun Kramen dan masyarakat setempat. Kegiatan penyuluhan meliputi beberapa topik, yaitu penyuluhan mengenai penanganan pasca panen ubi jalar, teknik penepungan ubi jalar, analisis usaha tepung ubi jalar serta aneka olahan dengan bahan dasar ubi jalar. Tahap terakhir kegiatan adalah pelatihan yang meliputi beberapa tahap yaitu tahap persiapan ubi jalar dari panen, penyimpanan, perajangan, pengeringan, penggilingan tepung dan pembuatan aneka  olahan dengan bahan dasar ubi jalar. Pada kesempatan ini peserta dilatih dalam mengoperasikan beberapa alat yang dihibahkan yaitu mesin perajang ubi, mesin penepung, serta penggunaan sealer kemasan. Hasil akhir kegiatan berupa tepung ubi jalar ungu, putih dan kuning, serta aneka olahan seperti brownis ubi, dodol ubi, puding ubi dan stik ubi.

Antusiasme mitra sangat bagus, hal ini dibuktikan dengan jumlah kehadiran peserta yang banyak pada setiap sesi kegiatan. Kegiatan diakhiri dengan serah terima peralatan  berupa mesin perajang ubi, mesin penggiling, timbangan digital, serta sealer kemasan dari LPPM UNS kepada masyarakat mitra. Kegiatan ini didanai dengan dana PNBP UNS 2019.

Pelatihan Budidaya Anggrek di Desa Tumpak, Boyolali

TIM Pengabdian Masyarakat yang beranggotakan Ari Pitoyo, M.Sc., Dr. Ari Susilowati, M.Si., Muhammad Indrawan, M.Si., dan Dr. Edwi Mahajoeno, M.Si. melakukan sosialisasi dan pelatihan budidaya anggrek di Dukuh Tumpak, Desa Sidomulyo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat menjadikan kawasan desa sebagai desa unggulan untuk pariwisata tanaman hias. Peserta menunjukkan minat selama proses sosialisasi dan pelatihan.

Selama kegiatan peserta mendapatkan dasar-dasar penanaman anggrek mulai dari penanganan bibit hingga pembesaran. Bibit anggrek tidak seperti bibit tanaman pada umumnya, membutuhkan cara penanganan khusus karena hasil dari kultur jaringan. Kondisi lingkungan yang relatif kering akan menyebabkan bibit dehidrasi jika tidak ditangani secara benar.

PELATIHAN PEMBUATAN DESAIN MOTIF DAN DIVERSIFIKASI PRODUK BATIK ANATOMI UNTUK MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU DI KALANGAN MAHASISWA

Dalam rangka menumbuhkan minat berwirausaha dan meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia maka Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Program Studi Biologi FMIPA UNS yang beranggotakan Suratman, S.Si., M.Si., Elisa Herawati, S.Si., M.Eng., Ph.D. dan Prof. Drs. Suranto, M.Sc., Ph.D. pada Hari Sabtu, 14 September 2019 melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Desain Motif dan Diversifikasi Produk Batik Anatomi. Batik Anatomi ini sangat unik karena motifnya kebanyakan terinspirasi dari bentuk morfologi maupun anatomi jaringan dari berbagai organ makhluk hidup. Motif Batik Anatomi boleh dibilang berbeda dengan motif batik kebanyakan yang beredar di masyarakat. Produk Batik Anatomi ini pada mulanya merupakan hasil PKMK (Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan) tahun 2009-2010 dari 3 mahasiswa Program Studi  Biologi FMIPA UNS yaitu M. Jafron Syah, Annisa Febti Suharsi dan Amirul Mukminin. Sampai saat ini produk Batik Anatomi sudah menjadi salah satu kelompok wirausaha baru yaitu dengan didirikannya Oemah Batik Anatomi untuk mewadahi usahanya.

Pelatihan ini dilaksanakan di Oemah Batik Anatomi yang berlokasi di Jalan Salak 5 No. 127, Perum Ngringo, Jaten, Karanganyar dan diikuti oleh mahasiswa Prodi Biologi FMIPA UNS dan Pemilik Oemah Batik Anatomi, yaitu M. Jafron Syah dan Annisa Febti Suharsi yang juga merupakan alumni Prodi Biologi FMIPA UNS. Pada pelatihan ini mahasiswa diberikan materi tentang cara pembuatan desain motif Batik Anatomi. Materi ini disampaikan oleh Dr. Widya Mudyantini, M.Si. yang juga merupakan pembina kelompok wirausaha Batik Anatomi. Dari hasil pembuatan desain motif Batik Anatomi ini kemudian dipilih 2 desain motif terbaik atas nama Intan Nurcahyani dan Tantri Purnama Sari, keduanya mahasiswa Prodi Biologi FMIPA UNS angkatan 2016.

Di samping itu, pada pelatihan ini, mahasiswa juga diberikan materi tentang pembuatan berbagai macam produk yang berbahan kain batik, terutama Batik Anatomi, seperti goody bag, dompet dan lainnya sehingga dapat dihasilkan beberapa produk yang bisa memperkaya variasi produk batik dan harapannya nanti bisa meningkatkan nilai jual produk tersebut.   

Gambar 1. a. Pelatihan pembuatan desain motif Batik Anatomi; b. Pembuatan desain motif Batik Anatomi oleh peserta kegiatan; c. Contoh salah satu desain motif Batik Anatomi 

Gambar 2. a.Pelatihan diversifikasi produk Batik Anatomi bagi mahasiswa ; b. Contoh diversifikasi produk yang berbahan kain Batik Anatomi

P2M: Pengenalan Teknologi Kultur Jaringan bagi Siswa Sekolah Menengah

Program studi biologi FMIPA UNS menyelenggarakan pengenalan dan pelatihan teknologi kulur jaringan bagi siswa sekolah menengah atas. Kegiatan kali ini diselenggarakan selama 2 hari yang meliputi pemberian materi dan praktek kultur jaringan. Peserta kegiatan adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta. Hari pertama, penyampaian teori tentang dasar-dasar kultur jaringan diselenggarakan di ruang kelas MAN 2 Surakarta. Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktek di laboratorium Kultur Jaringan, Prodi. biologi FMIPA UNS. Peserta tampak antusias mengikuti semua rangkaian acara sampai tuntas. Hadir sebagai pemateri beberapa dosen dari Prodi. Biologi FMIPA UNS, diantaranya Dr. Solichatun, M.si., Dr. Tetri Widiyani, M.Si., Ari Pitoyo, M.Sc., Elisa Herawati, M.Eng., Ph.D., Dr. Nita Etikawati, M.Si. dan beberapa asisten dari mahasiswa aktif prodi biologi.

Fasilitas Greenhouse (Rumah Kaca) dan Rumah Percobaan

Kelengkapan alat dan fasilitas penunjang penelitiann merupakan kebutuhan penting bagi perkembangan dan keberlanjutan penelitian. Belum lama ini, diawal bulan September 2017, telah berdiri fasilitas greenhouse dan ruang  pemeliharaan hewan uji, bertempat di UPT Laboratorium MIPA Pusat, Universitas Sebelas Maret. Bangunan berlantai dua ini merupakan fasilitas pendukung untuk kegiatan penelitian kelompok riset tumbuhan, hewan, mikrobiologi, hingga ekologi. Lantai atas menyediakan ruang dengan cahaya penuh untuk penanaman, sedangkan di lantai dasar dapat digunakan untuk kegiatan pemeliharaan dan perlakuan hewan percobaan. Fasilitas ini diharapkan memacu minat dan aktivitas mahasiswa dan dosen untuk melakukan penenlitian.

1 2