Panduan Kegiatan Magang Mahasiswa Prodi. S1 Biologi

Kegiatan Magang Mahasiswa (KMM) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu mata kuliah non teori dan bersifat praktek. KMM/Magang merupakan penerapan teori selama kuliah di Perguruan Tinggi ke praktek di lapangan maupun di Institusi Mitra. KMM/Magang dimaksudkan untuk melatih ketrampilan mahasiwa dalam menerapkan ilmu dan memperkenalkan dunia kerja. Hal ini juga untuk menepis keraguan masyarakat, bahwa lulusan program sarjana tidak siap pakai di masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa perlu diberikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan KMM/Magang, sehingga ketrampilan dan pengenalan dunia kerja dapat tercapai. Dengan demikian dapat diperoleh suatu panduan komprehensif bagi mahasiswa program sarjana khususnya program studi S-1 Program Studi Biologi di FMIPA UNS Surakarta supaya KMM/Magang dapat terlaksana dengan baik.

Panduan yang dimaksud dapat diunduh pada tautan berikut ini

Panduan Lengkap KMM 

Indira Nurul Qomariah

Indira Nurul Qomariah adalah alumni Program Studi S1 Biologi FMIPA UNS yang sejak 2017 aktif sebagai peneliti di Wahana Riset Indonesia (WRI). Meskipun usia relatif muda, “Indie”, begitu dia sering dipanggil memiliki segudang pengalaman dan prestasi. Sebelum aktif di WRI, semasa mahasiswa Indira tercatat berkiprah di Centre for Orangutan Protection (COP), suatu organisasi yang bergerak dibidang konservasi satwa. Kesukaannya di bidang literasi dan kepekaan sosialnya juga dibuktikan dengan berdirinya “Buku Anak Indonesia”, suatu organisasi yang mendorong tumbuh kembangnya budaya membaca dan belajar khususnya untuk anak-anak di kawasan pedesaan. Salah satu pengalaman yang membanggakan adalah keikut sertaannya pada ajang bergengsi “Youth South East Asia Leadership Insiative (YSEALI)” sebagai satu-satunya duta dari UNS. informasi lebih lengkap dapat dilihat pada tautan resmi beliau https://id.linkedin.com/in/indiranurulq

UNS Open Courseware : Merangkum Informasi Penting Tentang Mata Kuliah dan Online-learning

Semester genap Tahun Akademik 2017/2018  belum lama berlangsung, penting bagi mahasiswa membaca dengan detail materi dan rencana pembelajaran setiap mata kuliah. Portal Open Courseware memfasiltasi mahasiswa untuk memperoleh informasi lengkap setiap mata kuliah dengan merangkum beberapa hal terkait: diskripsi mata kuliah, rencana pembelajaran setiap dosen pengampu, materi-materi perkuliahan, dan bahkan dapat difungsikan sebagai kanal komunikasi online antara pengampu dengan mahasiswa.

Link https://ocw.uns.ac.id

Repotting & Bottling Orchid (Sabtu, 03 Maret 2018)

Isi waktu senggang kalian dengan merawat anggrek di greenhouse. Grup riset biomateri tumbuhan dengan fokus riset tentanf anggrek menjadwalkan kegiatan terbuka bagi  mahasiswa dan civitas akademika FMIPA UNS yang tertarik pada teknik dasar bertanam anggrek. Kegiatan akan dilaksanakan pada :

Hari : Sabtu, 04 Maret 2018

Jam : 10.00 WIB sampai kelar

Tempat : Greenhouse Laboratorium Pusat MIPA UNS

Penyelenggara hanya mempersiapkan alat dan bahan untuk kegiatan pelatihan. Konsumsi dan hal lian diluar kebutuhan teknis kegiatan mohon untuk dikondisikan sendiri.

 

CP: Amik, Arum (Biologi 2015)

International Conference on Biodiversity

International Conference on Biodiversity (Solo, 7/8 April 2018): Indonesian Flag Species: Conservation of Big Mammals in Indonesia.

 

Background
The concept of flagship species has its genesis in the field of conservation biology. The flagship species concept holds that by raising the profile of a particular species, it can successfully leverage more support for biodiversity conservation at large in a particular context. Several definitions have been advanced for the flagship species concept and for some time there has been confusion even in the academic literature. Most of the latest definitions focus on the strategic and socio-economical character of the concept, with a recent publication establishing a clear link with the marketing field. (i) “a species used as the focus of a broader conservation marketing campaign based on its possession of one or more traits that appeal to the target audience”. (ii) species that have the ability to capture the imagination of the public and induce people to support conservation action and/or to donate funds. (iii) popular, charismatic species that serve as symbols and rallying points to stimulate conservation awareness and action. The term flagship is linked to the metaphor of representation. In its popular usage, flagships are viewed as ambassadors or icons for a conservation project or movement. However, more recently, work in the field of microbiology has started to use the concept of flagship species in a distinct way. This work relates to the biogeography of micro-organisms and uses particular species because “eyecatching “flagships” with conspicuous size and/or morphology are the best distribution indicators”. Examples of Indonesian flagship species include the Sumatran tiger, Sumatran rhinos, Javan rhinos, banteng, Sumatran and Bornean orangutans, Sumatran and Bornean elephants, babyrussa, tapir, anoa, maleo, paradise birds, etc. (Wikipedia) THEME: Indonesian Flag Species: Conservation of Big Mammals in Indonesia SUB-THEMES: 1. Genetic diversity 2. Diversity of species 3. Diversity of ecosystems 4. Ethnobiology 5. Life Science and Technology TIME AND PLACE: Place: Syariah Solo Hotel Jl. Adi Sucipto No.47, Gonilan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57175 syariahhotelsolo.com +62-271-711000 Date : 7 April 2018 Time : 08:00 to 17.00 WIB Note: All manuscripts relating to the sub-themes can be submitted. *) This event is free of charge for graduate students (Ind.: Mahasiswa Pascasarjana) *) For free of charge, please send your full text paper (manuscript) no later than March 18, 2018 (to biodiversitas@gmail.com). The manuscript will be selected, and the selected manuscript will be invited for a free presentation. MAIN ORGANIZER:  Society for Indonesian Biodiversity  Universitas Sebelas Maret, Surakarta  Universitas Indonesia, Depok

Seminar Nasional Biodiversitas, Solo, 06 April 2016

Spesies asli adalah spesies yang terbentuk secara alami di suatu wilayah sejalan dengan proses pembentukan geomorfologi kawasan tersebut. Spesies endemik adalah spesies asli yang hanya ditemukan di wilayah tertentu dan unik untuk lokasi geografis tertentu seperti pulau, negara, zona, atau tipe habitat. Spesies introduksi adalah spesies yang didatangkan ke suatu kawasan tertentu (tidak asli). Spesies pendatang yang memiliki jangkauan luas di seluruh atau sebagaian besar habitat yang sesuai disebut spesies kosmopolitan.

Indonesia hanya meliputi sekitar 1,4% luas permukaan bumi, tetapi ditinggali oleh 10% spesies tumbuhan berbunga dunia (25.000 spesies), 17% spesies burung dunia (1530 spesies) dimana 24% merupakan burung endemik (24%), 12% spesies mamalia dunia (515 spesies), dimana 36% merupakan mamalia endemik, 16% reptil dan ampibia dunia, serta 12% spesies ikan dunia. Keragaman habitat memungkinkan hal tersebut terjadi. Di samping itu, Indonesia juga merupakan rumah besar bagi sejumlah spesies introduksi dimana sebagian bersifat invasif baik dalam budidaya pertanian, kehutanan maupun perikanan.
Spesies introduksi dapat bersifat invasif, karena dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan, tumbuh dan berkemangbiak dengan cepat, bersaing untuk sumberdaya, serta tidak memiliki saingan atau hama. Kehadirannya dapat berdampak negatif bagi ekosistem karena menekan spesies asli, mengurangi habitat alami, menurunkan kesehatan dan produktivitas hutan, mempengaruhi proses-proses penting dalam ekosistem.

Oleh karena itu, kajian mengenai spesies asli, endemik dan introduksi perlu dulakukan untuk menyusun strategi manajemen secara tepat.

TEMA:

Spesies Asli, Endemik dan Introduksi: Pelindungan, Pemanfaatan dan Pengendalian

SUB-TEMA:
1. Keanekaragaman genetik
2. Keanekaragaman spesies
3. Keanekaragaman ekosistem
4. Etnobiologi and Sosial Ekonomi
5. Ilmu dan Teknologi Hayati

Semua naskah yang berkaitan dengan subtema di atas dapat dipresentasikan.

TEMPAT DAN WAKTU:

Syariah Solo Hotel

Jl. Adi Sucipto No. 47, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo 57175, Jawa Tengah
Tel.: +62-271-711000
Jum’at, 6 April 2018
Pukul: 08.00-17.00 WIB

 

Keterangan:

Naskah-naskah berkualitas dari seminar nasional ini, yang telah mendapat persetujuan dari para reviewer dan editor akan diterbitkan pada jurnal Biodiversitas (terindeks Scopus) atau Nusantara Bioscience (terindeksWeb of Science). Naskah lainnya akan diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (PSNMBI), sementara naskah yang tidak berkualitas, tidak diterbitkan. Peserta juga dapat menerbitkan naskahnya pada jurnal-jurnal lain terbitan MBI secara gratis (smujo.id)

*) Untuk free of charge, mohon kirimkan naskah lengkap anda (manuskrip) paling lambat tanggal 18 Maret 2018 (ke biodiversitas@gmail.com). Manuskrip yang siap untuk dikirimkan ke reviewer akan diundanguntuk presentasi gratis. Mahasiswa S1 yang tidak mengirimkan manuskrip atau manuskripnya tidak siapdireview akan diundang presentasi sebagai peserta mahasiswa biasa (tidak gratis)

Penyelenggara: Masyarakat Biodiversitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Indonesia

 

Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D.

Professor of Molecular Genetics

Research Group
Courses
Research Interest
Short List Publications

 

 

Workshop bioentrepreneurship: Pengembangan Agribisnis Sidat

Tim Pengabdian Tecnopreneurship Prodi Biologi FMIPA UNS yang diketuai Dr. Ratna Setyaningsih, M.Si. mengadakan Workshop bioentrepreneurship dalam rangka pengembangan agribisnis Sidat yang dilaksanakan pada hari Jumat 20 Oktober 2017. Tujuan kegiatan ini adalah mebangun semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan alumni sehingga dapat mendukung terwujutnya alumni yang mandiri dan berdaya saing. Kegiatan ini menghadirkan pakar kewirausahaan dari akademisi dan praktisi antara lain Susantiningrum, S.Pd.,SE.,M.AB, Kapala PPKwu UNS, Nazmul Irfan, direktur Unagi UNS, Widya Mudyantini, M.Si., Dosen Prodi Biologi dan Owner Batik Anatomi, Dan MH. Qoyim, S.Sos., M.Si., Praktisi bisnis dan dosen terbang kewirausahaan di beberapa PT.

 

 

1 2 3 4 9